Showing posts with label Cara Service Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Cara Service Jaringan. Show all posts

Thursday, October 4, 2012

Cara Setting IP Camera di Akses Via Internet


Banyak pertanyaan datang ke kami : "Bagaimana caranya membuat IP Camera kita dapat diakses dari internet?". Sebenarnya cukup mudah untuk melakukan ini, di semua D-Link Broadband Router terdapat fitur yang disebut Virtual Server.

Cara kerja fitur ini cukup sederhana yaitu mem-forward port-port tertentu ke sebuah mesin di jaringan internal kita. Lalu apa bedanya Virtual Server dengan Port Forwarding? Cara kerjanya hampir sama, hanya dengan Port Forwarding kita bisa menggunakan banyak port (misalnya dari 8000-8010 atau 80,90,100) sdgkan Virtual Server hanya dapat menggunakan satu buah port (misalnya 8000 saja)

Dalam contoh kali ini, saya akan menggunakan koneksi FirstMedia (Fastnet), DIR-655 sebagai Router dan DCS-6620 sebagai IP Camera-nya.

Layout seperti dibawah ini :



IP WAN DIR-655 didapat secara dynamic dari ISP, sedangkan IP LAN-nya diset default yaitu 192.168.0.1

Untuk DCS-6620, IP-nya diset ke 192.168.0.80 dengan gateway dan DNS ke 192.168.0.1, untuk port HTTP dalam contoh ini saya ganti menjadi port 8000 (anda bisa mengganti dengan port berapa saja (diatas 1024), asalkan tidak konflik dengan yang sudah ada ). Bisa dilihat di gambar berikut :



Setelah selesai maka kita set Virtual Server di DIR-655, masukkan IP si Camera dan set Public Port ke 8000 dan Private Port ke 8000. Apa beda Public Port dan Private Port? Public Port adalah Port yang "terlihat" di internet sedangkan Private Port adalah port si Camera itu sendiri (ingat tadi saya menggantinya ke 8000)



Setelah selesai tinggal "Save Settings" dan bila ada perintah "Reboot Now", reboot DIR-655 anda.

Nah sekarang kita cek berapa IP WAN yang didapat (karena IP dari ISP adalah dynamic) :



Setelah itu kita coba dari koneksi lain, misalnya dari ADSL tetangga atau teman :-D atau minjem 3G sodara :-D, untuk mengakses IP Camera, kita cukup dengan menuliskan alamat di Internet Explorer dgn format : http://A.B.C.D:xxxx dimana A.B.C.D adalah IP WAN yang kita liat dari Status --> Device Info tadi dan xxxx adalah Public Port yang kita define di settingan Virtual Server.

Contohnya :



Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah kita harus cek WAN IP di router kita terus menerus kalo kita mau lihat IP Camera kita? Selama WAN IP kita adalahDynamic IP maka jawabannya "Ya". Lalu ada pertanyaan lainnya, adakah cara untuk mempermudahnya, jawabannya jelas ada, kita dapat menggunakan fitur DDNS dalam hal ini. Bagaimana caranya? Saya akan jelaskan di posting berikutnya :-) 

sumber : blog.dlink.co.id

Cara Setting Dynamic DNS


Seperti yang telah saya janjikan, sekarang kita akan bahas mengenai Dynamic DNS. Sederhananya Dynamic DNS adalah suatu service yang memungkinkan setiap adanya perubahan IP Public pada perangkat networking kita (umumnya router) maka secara otomatis si router akan memberitahukan ke penyedia jasa Dynamic DNS ini untuk meng-update alamat domain name kita.

Misalnya : pada hari Senin, router kita mempunyai IP Public 125.1.1.1 dan kita daftar DDNS dan misalnya kita gunakan host http://coba.dlinkddns.com, pada saat kita mendaftar, IP 125.1.1.1 akan di-map ke http://coba.dlinkddns.com. Nah pada hari Selasa, kita menghidupkan router dan mendapati IP Public berubah menjadi 125.2.2.2. Pada saat IP berubah maka si router akan "bilang" ke si penyedia DDNS (dalam hal ini dlinkddns.com) bahwa IP-nya sudah berubah, si penyedia DDNS akan segera mengupdate recordnya dan sekarang http://coba.dlinkddns.com tidak menunjuk ke IP 125.1.1.1 lagi tapi ke IP yang baru yaitu 125.2.2.2

D-Link sebagai salah satu penyedia perangkat networking terbesar, bekerja sama dengan salah satu penyedia Dynamic DNS terbesar yaitu DynDNS, membuat layanan khusus Dynamic DNS untuk para pengguna product D-Link, yaitu http://www.dlinkddns.com. Layanan ini bersifat gratis (dan dapat diupgrade ke layanan berbayar). Bedanya dengan layanan DynDNS yang gratis adalah penggunaan dlinkddns lebih simpel.

Disini saya akan membahas bagaimana menggunakan Dynamic DNS pada D-Link Router :

1. Daftar sebuah account di http://www.dlinkddns.com

2. Setelah semuanya selesai, login menggunakan account itu



3. Pilih Add Host



4. Masukkan hostname yang anda inginkan, pada contoh ini saya menggunakan "dlink-id"



Pada baris "Browser IP Address", itu adalah alamat IP Public actual anda yang terbaca oleh dlinkddns. Anda bisa men-cek-nya apakah sama dengan IP Public pada Router anda :



Bila sudah sama, masukkan alamat IP tsb ke "New IP Address", lalu klik "Save"

5. Setelah itu host akan ditambah spt dibawah ini :



6. Langkah selanjutnya adalah men-setting D-Link Router, masukkan parameter-parameter kedalam menu DDNS pada D-Link router anda.



Enable DDNS lalu pilih Server Address (pada contoh ini menggunakan dlinkddns.com), masukkan hostname, pada contoh ini : dlink-id.dlinkddns.com, masukkan username dan password account dlinkddns.com anda. Setelah itu "Save Settings",

7. Selanjutnya testing alamat DDNS tsb, disini saya buka remote management pada router yang saya gunakan yaitu DIR-635 pada port 8000. Lalu saya menggunakan koneksi internet lain (contoh disini saya menggunakan 3G), lalu di URL saya ketik http://dlink-id.dlinkddns.com:8000 maka akan terbuka halaman login router DIR-635 saya.



Dynamic DNS ini sangat berguna bila kita mempunyai koneksi internet dengan Dynamic Public IP.

sumber : blog.dlink.co.id

Cara Membuat Kabel USB Extender 10 Meter


Bahasan ZAP kali ini adalah tentang Cara Membuat Kabel USB 10 Meter. Mungkin anda pernah mengalami, pada waktu menghubungkan flashdisk atau modem ke perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) ternyata perangkat tersebut tidak dikenali oleh komputer anda, padahal flashdisk, modem dan port USBnya bekerja dengan baik. Mengapa hal ini bisa terjadi ? 

Tidak dikenalinya flashdisk, modem atau perangkat USB lainnya ketika kita menghubungkan dengan perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) disebabkan oleh kualitas kabel USB extender yang kurang baik sehingga terjadi penurunan arus yang mengakibatkan perangkat USB kita tidak dapat bekerja dengan sempurna. Akibatnya, perangkat USB kita menjadi tidak dapat dikenali ( USB can not recognized )

Kabel USB extender pabrikan 10 meter belum tentu kualitasnya bagus dan belum tentu cocok untuk perangkat USB kita. Secara harga kabel USB extender 10 meter juga terbilang mahal yaitu 100 ribu lebih. Ukuran diameter tembaga yang kecil dan kualitas grounding yang kurang baik menyebabkan kabel USB extender yang dijual dipasaran kurang mampu mendriver modem dalam jarak lebih dari 1 meter atau modem tidak akan dikenali.

Bagaimana cara mengatasinya :
Permasalahan ini bisa kita atasi dengan membuat sendiri kabel USB extender dengan menggunakan kabel UTP BELDEN kualitas 1 (kabel LAN / jaringan). Kabel UTP memiliki diameter inti tembaga yang lebih besar dari pada kabel USB extender biasa, serta kualitas tembaga yang lebih baik. Hal ini dikarenakan kabel UTP memang digunakan untuk mengirim data dengan loss yang sedikit, sehingga keunggulan ini dapat kita jadikan sebagai alat untuk membuat kabel USB extender yang berkualitas bagus.

Cara Membuat Kabel USB Extender 10 - 15 Meter.
Sebelumnya kita perlu tahu dulu, kabel USB extender biasa terdiri dari 4 kabel yaitu :
  • merah : 5 volt dc
  • hijau : data +
  • putih : data -
  • hitam : ground.
Sedangkan kabel UTP / LAN terdiri dari 8 kabel yaitu :
  • orange,
  • putih orange, 
  • hijau, 
  • putih hijau, 
  • biru, 
  • putih biru, 
  • coklat
  • putih coklat.
Alat dan Bahan Pembuatan Kabel USB Extender 10 Meter :
  1. Kabel USB extender biasa 1 Meter yang sudah kita potong di kedua ujung colokannya. Colokan inilah yang  akan kita gunakan. 
  2. Kabel UTP Belden KW 1 : 10 Meter maksimal 15 Meter.
  3. Tenol / timah untuk menghubungkan kabel.
  4. Solder, gunting, cutter, dan isolasi.



    Berikut konfigurasi kabel USB extender dari kabel UTP :
    • Kabel UTP orange dan putih orange digabung dan dihubungkan dengan kabel merah USB extender.
    • Kabel UTP hijau dihubungkan dengan kabel hijau USB extender.
    • Kabel UTP putih hijau dihubungkan dengan kabel putih USB extender.
    • Kabel UTP sisanya digabung semua dan dihubungkan dengan kabel hitam USB extender. Dengan memperbesar ground, maka kemungkinan loss (kehilangan) arus sangat kecil.


    Setelah selesai, rapikan sambungan kabelnya dengan isolasi dan kabel USB extender 10 - 15 Meter siap digunakan.

    Selamat mencoba 

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls